Tempat ngobrol para siswa, siswi dan alumni SMKN1 Bontang
IndeksFAQPencarianPendaftaranLogin
forum ini butuh logo dan URL baru agar tidak terkesan bahwa forum ini milik smkn1. kirimkan ide kalian topik yg sudah disediakan di kritik dan saran.

Share | 
 

 [tips] cara cerdik mencari informasi di Internet

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
tisubasaaah™



Jumlah posting : 106
Join date : 31.05.09
Lokasi : Samarinda

PostSubyek: [tips] cara cerdik mencari informasi di Internet   Mon Jun 08, 2009 5:30 am

Sebetulnya, browsing di ‘dunia maya’ (internet) untuk menggali ribuan bahkan jutaan informasi
berharga adalah hal yang mudah. Namun, secara tidak kita sadari, kadang-kadang kita
melakukan kesalahan sehingga muncul problem ‘penyakit kaki gajah informasi’. Akibatnya, kita
akan semakin tersesat di dalam ‘dunia maya’ dan browsing yang telah kita lakukan sia-sia dan
hanya menambah ‘bengkak’ pulsa internet. Untuk mengatasinya, diperlukan cara cerdik dan
sedikit trik untuk mem-‘fokus’-kan pencarian informasi.

Problem-problem yang dihadapi oleh para pencari informasi bukan
melulu disebabkan oleh struktur pertumbuhan informasi di
internet itu sendiri. Malah kebanyakan, problem mencuat sebagai
akibat beredarnya mitos di tengah para pencari informasi
mengenai alat yang dipergunakannya. Bahkan, lebih sering,
problem itu muncul karena kesalahan dalam memilih kata kunci
dan tempat pencarian. Mereka seakan bunuh diri dengan alat
pencarian dan kata yang dipilihnya sendiri.

Search Engine Tidak Menampung Internet
Ada sekian banyak mitos mengenai search engine. Dari
mitos-mitos itulah seringkali problem-problem yang dihadapi
para pencari informasi bermunculan.
Salah satunya adalah anggapan bahwa apa pun yang
tersedia di internet dapat ditemukan lewat search engine.
Search engine dipandang seolah-olah tempat yang
menampung seluruh isi internet. Atau, search engine dianggap
seolah-olah bisa menghubungkan kita ke seluruh sajian di
Internet.

Telah disebutkan bahwa sampai bulan
Oktober 2003 jumlah halaman web di internet diperkirakan
mencapai lebih dari 6 miliar. Halaman web adalah dokumendokumen
yang berformat HTML. Cakupan search engine dalam
menjelajah dan mengindeks dokumen di internet tidaklah sebanyak
itu.
Seperti dikutip Danny Sullivan, Google mengklaim sudah mampu
mengindeks sekitar 3,3 miliar dokumen pada bulan September 2003.
Disusul oleh search engine AllTheWeb yang mencapai 3,2 miliar.
Altavista ‘hanya’ sekitar 1 miliar dokumen. Dokumen-dokumen yang
dimasud di sini adalah dokumen HTML, file PDF, dokumen Microsoft
Office, dokumen teks, dan dokumen-dokumen sejenis itu.

Angka-angka ini memperlihatkan bahwa search engine
yang ada baru mampu mencakup kurang dari separuh isi
internet. Jadi, cukup jelas bahwa kita tidak mungkin
menemukan seluruh isi internet lewat search engine. Artinya,
untuk menemukan informasi, kita harus juga melirik alat dan
tempat selain search engine.
Pada bagian lain buku ini, kita akan coba mencari tahu
bagaimana cara kerja search engine untuk memahami,
mengapa tidak semua isi internet dapat ditemukan lewat
search engine.
Masing-masing Search Engine Tidaklah Sama
Ada juga yang menganggap bahwa sekian banyak search
engine yang sekarang tersedia pada dasarnya sama saja.
Dengan begitu, satu search engine sama bagusnya dengan
search engine yang lain. Berdasarkan anggapan itu, banyak
pemula merasa hanya perlu tahu cara menggunakan satu
search engine saja.
Ini jelas mitos. Satu search engine jelas-jelas berbeda
dengan search engine yang lain. Pada halaman sebelumnya,
kita sudah tahu cakupan pengindeksan beberapa search
engine, saling berbeda satu sama lainnya. Google telah
mampu mengindeks 3,3 miliar dokumen, AllTheWeb 3,2
miliar, dan Altavista hanya sekitar 1 miliar dokumen. Search
engine lain mungkin punya cakupan pengideksan yang
berbeda lagi.
Jika angka-angka di atas agak membingungkan Anda,
mari kita lakukan uji coba kecil di beberapa search engine.
Saya akan menggunakan kata kunci “yayan sopyan”
(dengan dua tanda kutip yang mengapitnya) untuk mencari
tahu seberapa banyak dokumen yang berkaitan dengan diri
saya dapat ditemukan di beberapa search engine. Pada awal
Juni 2005, untuk uji coba ini, saya akan menggunakan search
engine Google (http://www.google.com), HotBot (http:/
/www.hotbot.com), Altavista (http://
www.altavista.com), AllTheWeb (http://
www.alltheweb.com), dan Lycos (http://
www.lycos.com).
Hasilnya?

Google menemukan 715 dokumen yang berisikan kata
yayan sopyan, tetapi hanya 43 dokumen yang benarbenar
berkaitan dengan diri saya. Hotbot menemukan 27
dokumen yang berisikan kata yayan sopyan, 22 di
antaranya memang berkaitan dengan diri saya. Altavista
menemukan 515 dokumen, 42 di antaranya menyangkut
diri saya. AllTheWeb menemukan 93 dokumen yang sesuai
dengan kata kunci, dan hanya 16 dokumen yang berkait
dengan diri saya. Sedangkan Lycos menemukan 27
dokumen, dan 22 di antaranya bersangkutpaut dengan diri
saya.
Sekurangnya ada 2 faktor yang menyebabkan masingmasing
search engine menampilkan jumlah hasil pencarian
yang berbeda. Pertama, adanya perbedaan cakupan
pengindeksan pada masing-masing search engine seperti
yang telah diungkapkan di atas. Kedua, masing-masing
search engine memproses kata kunci “yayan sopyan”
(dengan dua tanda kutip itu) secara berbeda pula.
Bukan hanya pada 2 hal itu saja letak perbedaan antara
satu search engine dengan yang lainnya. Masing-masing
search engine juga menyediakan fasilitas yang berbedabeda.
Google, misalnya, menyediakan fasilitas untuk
melakukan pencarian di USENET atau newsgroup. USENET
adalah sebuah wahana lain yang tersedia di internet, yang
berbeda dengan web yang menjadi wahana paling populer
saat ini, yang biasanya berisikan diskusi sebuah komunitas
virtual. Altavista menyediakan fasiltas pencarian file video
dan audio dengan berbagai format. AllTheWeb
menyediakan fasilitas pencarian di server FTP. FTP
merupakan sebuah wahana lain di internet yang lazimnya
dipakai untuk penyimpanan dan pentransferan file. Dan
Lycos menyediakan fasilitas pencarian untuk keperluan
berbelanja.
Ini berarti, meski kita telah menemukan sebuah search
engine yang kita anggap cukup bisa memuaskan
kebutuhan, tak ada salahnya untuk mencoba search engine
lain. Siapa tahu search engine lain dapat memberikan hasil
yang tak diberikan oleh search engine favorit kita. Tak ada
salahnya untuk mencoba.

Pilihan Kata Kunci yang Tidak Tepat
Di luar mitos-mitos tadi, problem-problem pencarian di
internet juga bisa disebabkan oleh kesalahan yang kita
lakukan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pencari
informasi adalah kesalahan dalam memilih kata kunci
(keyword) yang dicari.
Kesalahan yang umum terjadi, pertama, adalah memilih
kata kunci yang terlalu umum. Kesalahan ini akan
mengakibatkan search engine menghadirkan banyak
dokumen yang tidak sesuai dengan yang kita maksud.
Katakanlah, Anda sedang melakukan riset mengenai
tindak kejahatan di perkotaan untuk memperkaya novel
yang sedang Anda tulis. Sebaiknya Anda tidak memilih kata
kejahatan sebagai kata kunci dalam pencarian. Kata
kejahatan terlalu bersifat umum sehingga mungkin saja
Anda akan mendapatkan juga dokumen yang berkaitan
dengan isu moral tentang kejahatan dan kebaikan, atau isu
pelanggaran HAM mengenai kejahatan terhadap
kemanusiaan.
Boleh jadi kata kunci “kriminalitas di Jakarta”
akan memberikan hasil yang lebih baik. Atau gunakan kata
kunci yang lebih spesifik, misalkan seperti “perampokan
nasabah bank”.
Kedua, memilih kata yang mempunyai banyak arti
sebagai kata kunci tunggal. Misal, pemilihan kata jasa
sebagai kata kunci tunggal, mungkin akan membuat search
engine menampilkan dokumen mengenai jasa-jasa guru,
atau perusahaan jasa telekomunikasi. Contoh dalam bahasa
Inggris, misalnya, pencarian dengan kata bond sebagai kata
kunci akan menghasilkan dokumen yang memuat financial
bond, atau chemical bonds, atau James Bond.
Ketiga, menggunakan huruf kapital dalam kata kunci.
Beberapa search engine bersifat incasesensitive, artinya
mengabaikan perbedaan penggunaan huruf kapital. Namun,
ada search engine yang bersifat case-sensitive, peka terhadap
penggunaan jenis huruf.

Keempat, menggunakan stop word sebagai kata kunci.
Istilah stop word mengacu ke sejumlah kata dalam bahasa
Inggris yang dianggap tidak penting. Beberapa stop word di
antaranya adalah kata after, also, an, and, as, at, be, because,
before, between, but, before, for, from, however, if, in, into,
of, or, other, out, since, such, than, that, the, there, these, this,
those, to, under, upon, when, where, whether, which, with,
within, dan without.
Oleh beberapa search engine, stop word tidak dicatat
untuk menghemat ruang penyimpanan dan mempercepat
proses pencarian. Search engine akan mengabaikan stop word
dalam kata kunci. Jika kita menjadikan kalimat to be or
not to be, yang dicari oleh search engine kata not saja.
Namun, Google masih tetap mencari stop word jika diapit oleh
dua tanda kutip –sebagai sebuah frase. Cobalah ke Google,
masukan kalimat to be or not to be sebagai kata kunci;
dan bandingkan jika kata kuncinya diubah menjadi “to be
or not to be” (perhatikan, ada dua tanda kutip yang
mengapitnya).
Perintah yang Membingungkan
Ini masih berkaitan dengan kata kunci. Dalam sebuah
pencarian, kata kunci bisa saja berupa satu atau serangkaian
kata yang memang kita pilih untuk membimbing kita ke arah
informasi yang kita kehendaki. Namun, kata kunci bisa juga
berupa kombinasi antara kata-kata pilihan dan tanda-tanda
yang menjadi perintah bagi program pencari dalam
memproses kata-kata pilihan tersebut. Tanda-tanda perintah
itu bisa berupa kata, yang disebut dengan operator logika
boolean. Beberapa pencari informasi mungkin sudah cukup
mahir dalam logika boolean.
Sebetulnya, penjelasan mengenai logika boolean akan kita
bahas pada halaman lain buku ini. Namun, mungkin ada
baiknya sekarang kita sedikit berkenalan dengan boolean,
yang terkadang menimbulkan problem bagi kita jika
digunakan secara tidak tepat.
Dalam konteks pencarian informasi di internet, logika
boolean merupakan cara untuk menentukan kriteria pencarian. Boolean sangat membantu para pencari informasi
untuk menentukan kriteria yang lebih spesifik dan
mendekatkan teks kepada konteks yang dikehendaki oleh si
pencari. Dua operator boolean yang paling populer adalah
AND dan OR. Dilihat dari makna bahasa Inggrisnya, kita segera
tahu manfaat kedua operator itu.
Jika kita menjadikan yayan AND sopyan sebagai kata
kunci, itu berarti program pencari diperintahkan untuk
menemukan informasi yang mengandung kata yayan dan
sopyan dalam satu dokumen. Dokumen yang hanya
mengandung kata yayan saja, atau sopyan saja, akan
dianggap tidak cocok dengan kriteria pencarian. Sedangkan
jika yayan OR sopyan dijadikan kata kunci pencarian,
program pencari akan mencari dokumen yang mengandung
kata yayan, atau sopyan, atau yayan dan sopyan.
Masalahnya, kedua operator logika boolean itu adalah kata
yang secara tekstual juga punya arti. Ketika kita menuliskan
romeo and juliete sebagai kata kunci, apakah yang
sebenarnya kita kehendaki? Kita mau mencari dokumen yang
mengandung kata romeo dan juliete? Ataukah, kita mau
mencari informasi mengenai film atau naskah drama “Romeo
And Juliete”?
Itulah sebabnya beberapa search engine memberlakukan
cara tertentu untuk menuliskan operator boolean. Beberapa
search engine mensyaratkan penggunaan huruf kapital dalam
menuliskan operator boolean: Kata and dalam romeo AND
juliete akan dianggap sebagai operator boolean; sedangkan
dalam romeo and juliete akan dianggap sebagai kata
biasa yang juga perlu dicari.
Kelalaian dalam mengenali tata cara pencarian yang
berlaku di sebuah search engine akan membuahkan
kekecewaan bagi pencari informasi.
Salah Memilih Tempat
Problem-problem pencarian juga muncul sebagai akibat
dari kesalahan dalam memilih tempat pencarian. Kebanyakan
pemula terlalu meyakini bahwa situs web search engine sebagai satu-satunya tempat untuk melakukan pencarian
informasi. Keyakinan ini terlalu berlebihan dan bisa
mengecewakan mereka sendiri dalam mencari informasi.
Kepala Anda akan bertambah pening, jika mencoba
mencari tahu pengertian istilah USENET-yang disebut-sebut di
halaman sebelumnya buku ini-lewat search engine. Google
akan menyodorkan kepada Anda lebih dari 6 juta dokumen,
jika Anda mencoba melakukan pencarian dengan
menggunakan kata kunci USENET. Dan belum tentu Anda
akan mendapatkan dokumen yang menjelaskan pengertian
USENET dengan ringkas dan gamblang, sejak di halaman
pertama hasil pencarian tersebut.
Akan tetapi, Anda akan segera mendapatkan informasi
yang tepat mengenai USENET jika Anda mencarinya di situs
web Whatis (http://www.whatis.com). Situs web Whatis
adalah salah satu situs web yang memang disiapkan sebagai
pusat informasi mengenai istilah-istilah yang dipergunakan di
dunia teknologi informasi. Dengan satu langkah pencarian,
Anda akan segera mendapatkan penjelasan mengenai istilah
USENET. Namun, situs web ini bukanlah tempat yang tepat jika
Anda bermaksud mencari tahu mengenai komunitas virtual
macam apa saja yang memanfaatkan USENET.
Contoh lain, untuk mencari arsip berita-berita nasional,
akan lebih efektif jika pencarian dimulai dari situs-situs web
media nasional. Lazimnya, sebuah situs web yang berukuran
sedang dan besar dilengkapi dengan fasilitas pencarian ke arsip
dokumen yang dikelolanya. Namun, memang tidak ada
jaminan bahwa kita akan dapat menemukan arsip dokumen
yang penah dipublikasikan di situs web itu.
Ada beberapa faktor yang dapat membuat arsip dokumen
tak dapat ditemukan lewat fasilitas pencarian yang disediakan
di situs web yang bersangkutan. Pertama, kualitas program
pencari dokumennya buruk. Kedua, kualitas dan kemampuan
peng-indeks-annya buruk. Ini dapat terjadi pada situs web
yang menyimpan banyak dokumen dengan frekuensi updating
yang sangat tinggi seperti situs-situs berita misalnya.
Ketiga, dengan alasan tertentu, arsip-arsip dokumen tersebut ‘disembunyikan’ dari publik. Biasanya, hal ini dilakukan
dengan alasan komersial dan penghematan ruang
penyimpanan.
Pada saat arsip dokumen berita nasional tidak ditemukan di
tempat asalnya, para pencari informasi perlu sedikit memutar
otak. Tempat pencarian bisa saja dialihkan ke tempat-tempat
yang lazim mengutip berita-berita nasional. Misalnya, mailing
list atau grup-grup diskusi online.
Intinya sangat sederhana, yaitu carilah informasi di tempat
yang tepat. Dan ada begitu banyak jenis alat bantu dan tempat
pencarian informasi di internet. Selain situs web layanan search
engine, kita dapat mencoba situs web kamus dan ensiklopedia,
beberapa diantaranya tersedia secara gratis.

Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
 
[tips] cara cerdik mencari informasi di Internet
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SMK Negeri 1 Bontang (Forum) :: Hoby kalian dibahas disini :: Komputer dan Internet-
Navigasi: